Jumat, 27 Februari 2009

Jerawat Bo!

Bener g sih? Belum dikatakan remaja kalo g punya jerawat?
Katanya, 97,25 % kamu adalah remaja tulen, kalo kamu punya jerawat. Kenapa ya?
Tapi g mutlak juga seh, karena orang dewasa juga bisa jerawatan. Dan, banyak banget deh cerita tentang hadirnya jerawat ini. Katanya, hadirnya jerawat karena adanya rasa cinta yang mendalam dan tidak tersalurkan. Logikanya, orang yang jerawatan adalah orang yang sering ditolak cintanya. Masa iya? Secara filosofis, mungkin ada benarnya, tapi kalo secara ilmiah, ternyata jerawat hanyalah proses alamiah tubuh seiring pertambahan usia dan kematangan psikologis. Jerawat juga ada kaitannya sama cara merawat n menjaga kesehatan tubuh sendiri.
Perlu diketahui, jerawat adalah istilah bagi gejala pada kulit wajah, dada ato punggung. Mengapa sering terjadi sama remaja? Cz, kita sekarang lagi dalam tahap pertumbuhan, tahap menuju kedewasaan. Pada prosesnya, terdapat hormone yang memacu kelenjar keringat mengeluarkan keringat yang agak banyak. Masalahnya, pada saat pengin dikeluarin, pori-porinya ketutup, n bikin keringatnya tertampung n mudah terinfeksi kuman.
Kalo kalian jerawatan, yang paling penting, JANGAN DIPENCET! Ntar sembuh sendiri kok, asal jangan dijahilin jerawatnya, bershin aja pake sabun muka, n banyak-banyak berwudu, biar muka kamu g berdebu (hehe..). Juga, sering-seringlah makan makanan yang banyak mengandung vitamin A, C dan E. jangan sering makan makanan berlemak jenuh tinggi kayak gorengan, coklat, kacang, alpukat, n soon. Juga kurangi konsumsi daging, makanan bersantan, minuman bersoda n yang lain-lain. Jangan lupa minum 8 gelas air sehari.
Jika kamu udah terlanjur jerawatan, jangan minder n teruslah berkarya. Jerawat bukan akhir dari segalanya kok. Banyak lho, orang yang jerawatan sukses dan berhasil dalam hidupnya.

SNMPTN!!! Gila G seh!

Kalo diitung-itung, kayaknya UN dan SNMPTN udah dekeeet banget. Udah siap belum? Harusnya sih, nyiapinnya udah dari dulu-dulu, bisa ikut bimbel, les ato bikin jadwal belajar sendiri. Dengan demikian, kita-kita udah siap untuk bertarung, berjuang, dan berkutat dengan soal-soal ntar. Tapi, kalo baru nyadar sekarang, g boleh nyerah! Masih g telat buat terus berusaha.
SNMPTN,,, waaah, kayaknya g kegapai deh..
Jangan sampai, temen-temen mikir kayak gitu ya! Cz kita semua ini punya hak untuk ikut dan berhasil untuk kuliah murah n bergengsi. Banyak banget tawaran masuk PTN n PTS di skul kita. Tentu donk, awalnya kita punya target di PTN. Tapi, seperti biasa, kalo lewat jalan SMUT, mahal. So, mau g mau, ikut SNMPTN.
Susah g sih?
Mana ada sih, yang murah tapi g perlu kerja keras? Ya iyalah, tapi jangan dipikirin susahnya. Yang penting, usaha dulu. G ada masalah yang g ada jalan keluarnya, g ada soal yang g ada jawabannya, asal kalian berusaha.
Nah, boleh dong, Erna ngasih saran, walaupun Erna juga belon tau berhasil ato g nya. Kita liat deh, besok, pas pengumuman SMUT. Bukannya pengen nasihatin sih, Cuma pengen berbagi bekal aja. Simak ya!
1. Pilihlah Jurusan dengan yakin
Kamu harus menimbang dengan matang, jurusan yang kamu pilih, sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, kemungkinan diterima, ekonomi, n mental kamu. Jangan terpengaruh ajakan temen, atau yang lain. Selain itu, cari tau tentang berbagai info tentang jurusan yang kamu pilih. Kamu bisa tanya kakak kelas, ato keluarga kamu yang pernah kuliah disitu.
2. Belajar, mbak! (yang ini wajib!!!)
Karena acara SNMPTN udah g lama lagi, kamu harus punya strategi belajar yang tepat n kreatif. Bisa dengan temple-tempel rumus di dinding, kerja kelompok, nodong teman dengan banyak pertanyaan, minta ajarin guru ato temen kamu yang kamu suka n anggap mampu ngajarin kamu. Bisa juga gunain cara jembatan keledai buat ngapal, n so on.
3. Serius tapi g kuper
Belajar bukan berarti bikin kamu kuper. Pulang sore, pergi lagi malam, bukan berarti kamu g punya waktu untuk interaksi. Ini perlu lho! Biasakan diskusi sama mereka yang lulus SNMPTN, tanya gimana cara mereka lulus, kalo perlu, minta ajarin trik-triknya. Kalo g sempet ketemu, ya telepon or sms, yang penting, kita cari pengalaman, setidaknya belajar dari pengalaman orang lain.
4. Kerja keras n gigih
Nah, ini perlu. Semua keberhasilan butuh pengorbanan. Kurangi waktu bermain kamu, n isi dengan belajar. Kalo bosen, cari pengalaman belajar yang baru, misalnya dengan nonton video pembelajaran, n yang lain.
5. Kuasai rumus or dasar-dasar ilmu
Trik yang paling baik adalah, mempelajari soal-soal, tapi g mutlak, so kalian juga perlu memahami konsep dasar ilmunya. Banyak soal-soal SNMPTN yang membutuhkan nalar yang tinggi.
6. Jaga kondisi fisik
Belajar emang wajib, tapi tetap jaga kesehatan. Makan-makanan yang bergizi, cukup istirahat n cukup olahraga.
7. Jadikan “Berdoa n Belajar” sebagai semboyan
Berdoa? Kudu banget! Biar semua yang kita lakuin bernilai ibadah. Doa itu bisa wjudin yang mustahil. Tentu saja doanya harus teratur, tulus n ikhlas. Jangan Cuma pas mau ujian aja, inget salat, tahajud, baca Qur’an… habis ujian, habis juga doanya. Jangan ya!
8. Siapkan mental
Terakhir, siapin mental kamu. Walaupun akhirnya g lulus, jangan sampai down n frustasi. Kalo kita lulus, bersyukurlah. Tapi, kalo g lulus, anggaplah sebagai ujian. Masih banyak jalan lain. Mungkin Allah udah nentuian jalan yang lain bagi kita, tapi kita yang masih g tau. keep pray n terus berusaha.

Selasa, 17 Februari 2009

Pengalamanku

Duuuh,hr ne cpe bgetz deh..
Tp kgen,posting..Skg,aq lg di banjarbaru neh,lg ikut tes smut unlam..Zok,ada tes psikotes..ktx seh 4 jam..gila g seeeeh..
Doain Erna y tmen2..
Erna pngen jd dokter,pngen bget..

Minggu, 15 Februari 2009

My Spirit DIRIKU

DIRIKU
Saya, sebenarnya g istimewa. Jalan hidup datar-datar saja, g ada yang terlalu menyenangkan, g ada yang terlalu menyedihkan. Nama saya, Erna Yulida. Saya lahir di kota Amuntai, 10 Oktober 1991, tanggal yang sama dengan Naruto, tokoh kesukaan saya. Kata mama, saat akan melahirkan saya, mama lagi sibuk melayani pembeli di warung yang umurnya hampir 20 tahun itu. Ketika itu, pengunjung lagi ramai karena hari telah sore. Ayah lagi tidak ada, jadi mama akhirnya berbaring dan ketika ayah datang dengan bidan, saya sudah keluar. Kata mama, Erna lebih mudah dilahirkan daripada kakak-kakak. Mungkin karena Erna adalah anak yang ketiga.
Ayah menamai Erna nama yang pendek, Cuma 10 huruf. Alasan beliau memilih nama itu, karena ayah punya murid perempuan yang sangat pandai, namanya Erna Yulida. Ternyata, ayah mengharapkan Erna jadi anak yang pintar. Entahlah, sudah tercapai atau belum. Tapi Erna akan terus berusaha.
Ketika masih umur 3 tahun, mama mengajariku membaca. Beliau memotong huruf-huruf yang besar dan menyuruhku merangkainya sesuai kata yang diucapkan mama. Aneh memang, tapi dengan cara itu, aku bisa membaca. Ketika aku masuk taman kanak-kanak, kakak mengajariku membaca huruf-huruf Arab dan mengajari aku menulis. Andai saja tokoku tidak kebakaran, mungkin bukti-bukti sejarahku berupa potongan huruf dan buku Iqra’ pertamaku masih ada.
Aku sangat bersyukur bisa membaca, karena aku bisa menelpon ayah jika aku ingin pulang dari TK Pembina. Aku bisa membantu teman-teman dengan bercerita dan menuliskan nama mereka di buku tulis. Ketika umur 5 tahun, mama dan ayah merayakan ulangtahunku di sekolah. Aku sangat senang hari itu, dapat banyak makanan, buku, dan mainan dari teman-teman. Aku ingat sebagian teman-temanku, yaitu Caca, Ayu, Rina, Bijirmi, Bayu, Adi, Fefen, Indah, dll. aku juga ingat kepala sekolahku waktu itu, Ibu Erna, sama dengan namaku.
Ketika hari perpisahan, ibu guru memintaku untuk mengucapkan kata-kata perpisahan dalam acara itu. Pada saat itulah, aku mengenal pantun. Pantun pertamaku adalah
Asam pauh dalima pauh
Rama-rama batali banang
Kami jauh sampian jauh
Sama-sama pada mangganang.
Ketika masuk sekolah dasar, aku sangat senang. Karena akan bertemu teman-teman baru. SD ku di SDN Murung Sari 1, tempat ayah mengajar. Namun, ayah hanya bisa bersamaku disekolah selama 2 tahun, karena ayah pindah ke SDN Antasari 2. aku berada di kelas I A. Ibu Guru pertamaku adalah Ibu Mahyuna, seorang ibu yang sangat lembut. Wajar beliau mengajar kelas 1, karena sifat beliau yang penyayang. Di kelas aku bertemu teman-teman yang banyak sekali. Beberapa adalah teman TK ku. Tapi temanku yang paling akrab adalah Gusti Ayu Utami, Fitriyanti, dan Anissa Amelya.
Ketika kelas 3, aku bertemu seorang teman pindahan dari Bandung, namanya Aszafaika Ladidinanda. Orangnya manis dan pintar. Dia adalah anak seorang dokter bedah. Aku sangat senang berteman dengannya, tapi dia pindah lagi ke Banjarbaru, setahun kemudian.
Ketika SD, aku cukup produktif. Ketika kelas 1, aku berhasil menjadi juara 3 lomba membaca syair di PORSENI SD. Begitu pula kelas 3, dan kelas 6, tidak pernah beranjak dari posisi 3. Selain itu, aku juga berhasil meraih juara 2 Lomba Bina Kreativitas Siswa tingkat provinsi. Setelah melewati tingkat kecamatan dan kabupaten. Aku juga berhasil menyabet juara 3 lomba mata pelajaran IPU tingkat kabupaten.
Saat kelas 5, kepalaku sobek. Hal yang paling aku ingat. Saat itu hujan di bulan Ramadhan sore hari. Aku, Syahida, Idang, dan Mudah sangat ingin bermain baingkaan. Jadi kami bermain di depan rumah Idang yang teduh. Lantainya semen dan agak basah. Kami tidak peduli. Saat itu, aku lagi puasa, tapi tetap saja main. Ketika giliranku, aku melompat-lompat dan tiba-tiba terpeleset, dan kepalaku menabrak tembok. Aku tidak merasakan apa-apa, tapi setelah aku memegang kepalaku, ada darah yang tersisa di tanganku. Teman-temanku panic, dan mama Idang mengantarku ke rumah. Padahal waktu itu, mama dan ayah sedang berjualan Bingka. Dan suasana sangat ramai. Ayah langsung membawaku ke RSU dan kepalaku langsung dijahit di ruang UGD. Awalnya aku takut, tapi ternyata rasanya hanya seperti menusuk-nusuk kulit mati. Kepalaku dijahit 5 jahitan, dan bekasnya ada sampai sekarang. Hanya saja tidak keliatan, karena di antara rambut-rambut.
Ketika lulus, aku berhasil mendapatkan nilai tertinggi UAS di sekolah dan berhak mendapatkan hadiah dari bapak Bupati Hulu Sungai Utara Bersama anak-anak dari sekolah lainnya.
Setelah lulus SD, aku melanjutkan sekolah ke MTsN Model Amuntai. Aku berada di kelas 1 A. Ketika masuk, aku menyadari, kalau 1 A adalah kelas unggulan, sehingga banyak sekali teman-teman yang merupakan lulusan terbaik dari sekolahnya. Terhitung 17 orang siswa yang menerima penghargaan Bupati, dan salah satunya adalah Mujiburrahman Saputra, orang yang mendapatkan nilai tertinggi tes masuk MTs. Aku jadi merasa sangat ciut dihadapan mereka.
Akhirnya, karena ketakutanku itu, aku jadi studyaholic dan tidak memperdulikan orang-orang disekitarku. Memang, hal ini membawaku menjadi juara umum 3 tahun berturut-turut, bahkan mendapat nilai UN tertinggi di sekolah. Tapi, sifatku menjadi sangat tertutup, tidak mau ikut organisasi apapun, sehingga saat itu aku dikenal sebagai anak yang sangat sombong. Padahal, aku sama sekali tidak sengaja bersifat begitu.
Aku memang punya teman, tapi hanya sebatas kelasku saja. Aku sangat menyesal sekali, karena aku kehilangan kesempatan berkenalan dengan banyak teman dari kelas lain. Aku berharap, aku bisa memperbaiki sifatku menjadi lebih baik.
Setelah lulus, aku melanjutkan ke SMA Negeri 1 Amuntai. Aku berhasil masuk dengan nilai tertinggi dan hal inilah yang nantinya menjadi jalan bagiku untuk masuk OSIS. Ketika itu, aku sangat senang karena hal itu merupakan awal bagiku untuk berubah. Semoga saja.
Ketika kelas 1, aku kembali harus masuk X A, selalu A. Aku ikut banyak ekstrakurikuler, seperti KIR, Pramuka, Vokal Grup, tapi tidak untuk PMR, padahal aku sangat ingin ikut. Namun, jadwalnya bertabrakan dengan jadwal les. Aku juga berhasil ikut Olimpiade Biologi, dan berhasil masuk provinsi bersama kakak kelasku Khatimatun Najwah yang sekarang sudah kuliah di Fakultas Kedokteran Unlam. Aku terkejut, karena hal ini bukan targetku. Aku hanya berharap masuk 3 besar. Tapi, Alhamdulillah…
Di kelas 2, kegiatan eskulku semakin banyak. Aku menjadi coordinator Sekbid 5 (Seksi Organisasi, Pendidikan politik, dan Kepemimpinan), anggota Fospel, Ketua KIR, Anggota DKA. Aku makin sibuk dan makin kurus saja. Padahal pada saat MTs, aku adalah anak yang gendut.
Sekarang aku berada di kelas 3. Sungguh, berat sekali akan meninggalkan sekolah ini. Begitu banyak kenangan, begitu banyak peristiwa yang membuat hidupku berubah. Aku menemukan begitu banyak calon-calon pemimpin masa depan di sekolahku, seperti Chaironi Latif, Zayed Norwanto, Shandy Hidayat, Kak Budiman Rusadi, Kak Galih, Kak Slamet Budiyanto, dan banyak lagi. Aku juga menemukan calon-calon Ibu bangsa yang hebat, seperti Rosyi Amrina, Rusmini, Rajni, Rahmi, Rosyida, Mahriati, Eny, Eka, Wahdah, yang mengajariku banyak hal. Mereka orang-orang yang hebat, punya semangat dan penuh kerja keras.

Senin, 09 Februari 2009

TIPS bagi yang Bermata Empat

Bagi kita-kita yang cacat mata ini, kacamata adalah hal yang paling penting. Ibaratnya, kalo kelupaan kacamata, kita bagai elang tanpa cakar, kucing tanpa kaki, bumi tanpa langit, Romeo tanpa Juliet, Bisep tanpa Trisep. G bisa ngapa-ngapain. G bisa liat pohon di tepi jalan, g bisa liat putih diatas hitamnya papan tulis, n bahkan liat muka orang sampai g ada hidung n matanya. Begitulah nasib orang berkacamata, seperti KITA.
Makanya sebelum terlambat, jagalah mata kalian yang masih normal, jangan baca buku sambil tiduran, jangan melotot terlalu lama, n jangan terlalu sering nyontek. Sebab, pada saat nyontek, mata kita berakomodasi penuh… hehe.
Tapi yang paling utama adalah cukupi asupan vitamin A kalian.
Namun, bagi temen-temen yang udah berkacamata, tetaplah jaga kemampuan yang tersisa dari mata kalian. N juga, jaga kacamata kalian.
Nah, gimana caranya?
Saat pertama kalian membeli kacamata, ukurlah daya kacamata kalian, jangan sampai terlalu plus, ato terlalu minus, cz ini bisa menyebabkan kepala kalian pusing.
Pilihlah model gagang kacamata yang sesuai dengan struktur wajah, isi kantong kalian, dan warna yang tepat bagi wajah kalian. Jangan sampai terlau besar atau terlalu kecil. Carilah kacamata yang sulit berkarat dan tidak bergagang tebal pada bawah kacamata, karena bisa menyusahkan kamu membaca.
Bersihkan kacamata kalian, jangan sampai terlihat buram. Biasanya, disela-sela kacamata terdapat bercak-bercak hijau. Bersihkan dengan teratur, dan kalau bisa, jangan sampai merusak lensa.
Bawalah kacamata, kemanapun kalian akan pergi, jangan sering lepas-pakai kacamata. Itu akan memperparah cacat mata kalian.
Jangan lupa bawa wadah kacamata dan lap pembersihnya.
Periksa ketelitian lensa, jika dirasa lensa kacamata sudah tidak tepat lagi.

TemPeramen... Apha sich?

Kenal Hipocrates? Itu loh, yang disebut Bapak Ilmu Pengobatan… Hipocrates inilah yang pertama kali meneliti tentang temperamen manusia.
1 lagi… kenal Ibnu Sina? Nah, beliau ini juga meneliti tentang temperamen manusia. Ternyata, mengenali temperamen orang itu penting loch. Biar kita bisa bersikap lebih baik sama orang lain. Kata beliau sih, temperamen manusia itu, terbagi atas 4 bagian utama. Sanguin, Melankolis, Koleris, Plegmatis.
Bener ga sih?
Simak aja dulu ya!!!

Yang pertama, Sanguinis.
Nah, katanya, orang Sanguin ini periaaaang bangetz. G pernah bisa diem, suka banget ngomong, n juga pandai banget bergaul. Pokoknya, kalo deket ma dia, kita jadi ikut seneng deh. Tapi sayangnya, orang sanguin ini pelupa, g disiplin, n bikin ribut dunia. Nah, mungkin contohnya adalah salah satu hewan porifera yang sekarang lagi ngetrend dikalangan anak-anak sebagai pemeran utama salah satu kartun di Global TV. Warna tubuhnya kuning kaya keju! Sponge Bob Square Pants…! O ya, biasanya pemeran utama film kartun itu, biasanya orang Sanguin. Coba aja liat Naruto, One Piece, Midori’s Day, Avatar, Crayon Sinchan, de el el. Ya kan? Apa ya alasannya?
Nah, kalo kalian cenderung punya temperamen sanguine, disarankan agar jadi actor, pedagang, pembicara, tim sukses, salesman, ato entertainer.

Yang kedua, Koleris.
Temperamen yang satu ini sangat keras, paling suka debat. Suka banget nyuruh-nyuruh orang, dan suka yang instant (mie kaleee n_n)… katanya, orang yang koleris ini berbakat jadi pemimpin, karena punya sifat yang tegas, berjiwa bebas, produktif, n optimis. Tapi, sayangnya, orang koleris ini pemarah abiez, n g pernah mau kalah. Jadi, kalo kalian punya temen bertemperamen koleris, sering-sering aja puji dia, cz dia tu suka benget dipuji. Jangan coba-coba mengkritik dia, cz g suka dikritik. Contoh makhluknya adalah Squidwords, si cephalopoda.
Kalo kalian merasa bertemperamen koleris, disaranin agar jadi Bosss (gimana caranya ya?), produsen, pemborong, presiden, gubernur, pokoknya yang kerjaannya nyuruh-nyuruh. Hihi…

Yang ketiga, Melankolis
Naaaaah, yang satu ini sering disebut di kalangan masyarakat. Yang suka film India biasanya masuk dalam kategori ini, soalnya suka nangis di awal cerita-cerita sedih…hehe
Orang yang melankolis ini biasanya cermat, teliti, peka dan idealis bangetz. Orangnya sih biasanya pendiam, n setia. Orang-orang ini sukanya, semua itu sempurna alias perfeksionis abiez. Tapi, orangnya g ramah, pemurung, n g bisa percaya sama orang lain. Kalo ada kerja kelompok, dia maunya ngerjain sendiri, cz takut hasilnya g bagus kalo dikerjain sama orang lain. Jiwanya sangat peka, jadi jangan sampai menyinggung perasaannya, ntar nangis. Contohnya siapa ya? cari sendiri aja ya?
Kalo kalian merasa berada di posisi ini, dianjurkan jadi seniman, pemusik, penulis, sekretaris, bendahara, pokoknya pekerjaan yang butuh ketelitian.

Yang keempat, plegmatis.
Si cinta damai, begitulah orang ini disebut. Orangnya paling g mau berantem, n selalu mengalah. Pembawaanya tenang, lembut, n konservatif. Klo kalian lagi pengen curhat, cari aja orang ini, cz dia adalah pendengar yang baik. Si plegmatis ini orangnya penakut, pelit, g tegas, n individualis. Namun, gigih banget dalam mengusahakan sesuatu.
Katanya, kalo punya pribadi plegmatis, menjadi diplomat, guru, n ahli teknik adalah pilihan yang dianjurkan.

Lalu, temperamen apa yang paling baik? G ada yang lebih baik dibandingkan yang lain. Coba aja bayangin, kalo g ada si sanguine, sepi banget dunia. kalo g ada si koleris, g ada yang bisa memimpin yang lain. Kalo g ada Melankolis, film India g laku. Hehe… G kok, kalo g ada melankolis, siapa donkz yang jadi penemu di bidang ilmu pengetahuan?. N kalo g ada si plegmatis, pastilah g ada yang mengajarkan perdamaian bagi kita.

Semua orang punya keempat temperamen ini, tapi dalam kadar yang berbeda-beda. Karena seperti yang kita tahu, g ada yang mutlak dalam hidup ini. Namun, seperti apapun kita, yakinlah, kita semua orang hebat.

Jumat, 06 Februari 2009

My Class


Nah!!!
Ne temen-temen Erna di kelas XII IPA A..
Semuanya pada ganteng2 and cantik2 kn?
Dari cwo yang paling kiri, itu namanya Bayu, Arhy, Agus, Aspi, Majedi,Asraf, Amank, Juned, and Roran.
Sebenernya sih masih ada lagi yang g ada, yaitu Roni. Dy g ikut gara-gara masih di Bjb, ikut lomba Matematika.
Kalo cewenya, dari paling kiri atas itu, Erna(hehe, paling aneh wajahnya), Norda, Fatia, Lala, Wali kelas kami Ibu Aida, Ida, Janah, Rizka, n Lina.
Kalo yang barisan tengah dari kiri, Intan, Novita, Maulida, Nisa, Risna, Mega, Tika, Ifit, Mutia, Kiki, ma Aniet.
Sebenernya, ada lagi yang g ada dari cwe, yaitu Caca, cz pas ngambil foto ini, Caca lagi sakit.
Pengennya sih certain satu-satu, tapi ntar aja deh.