
Setelah hampir 2 tahun ku berada di sini, q mulai menyadari bahwa banyak hal yang telah aku dapat dari sini. Mulai dari kehidupan kampus, sampai kehidupan social di pondokan. Kadang aku jenuh dengan semua ini, tapi kadang ku sangat bersyukur berada di sini, sebagai mahasiswa fakultas kedokteran, satu hal yang banyak diimpikan orang.
Ada banyak hal yang sangat ku kagumi disini. Begitu banyak, hingga akupun tak bisa mengungkapkan semuanya. Hanya ingin berbagi, tentang blok-blok yang kujalani selama ini.
1 tahun pertama…
Blok 1 respirasi
Saat itu, aku masih terikat masa lalu yang begitu indah, sehingga ku selalu mengeluh di blok ini. Selain itu, jujur aku minder dengan semua ini. Betapa tidak! There are many people that very smart n rich! Tidak sepertiku, yang tertatih untuk mencapai akhir dari sebuah awal pendakianku.
Aku mulai mengenal Anatomi. Saat-saat mendebarkan itu masih ku ingat. Sejujurnya aku takut, membayangkan aku tidak hanya akan melihat mayat, tapi juga memegang, meneliti bahkan memotong mayat. Istilah pertama yang aku tahu adalah cadaver. Cadaver adalah bahasa kerennya mayat. Setidaknya istilah ini membuat pikiran ini menjadi lebih tenang.
Back to anatomy. Hari itu, aku menggunakan jas lab. 1 hal yang sekarang sudah sangat biasa. Aku masuk dengan jantung berdebar keras, maklum, aku tidak pernah melihat hal ini sebelumnya. Dan ketika aku melihatnya, aku terdiam dan berpikir, ternyata begitulah bentuk organ manusia, tidak seperti yang kulihat di Sobotta yang begitu berwarna dan rapi. Dan aku pun belajar 1 hal, dunia tak seindah khayalan, sehingga kita harus melihat dunia dengan khayalan agar kita bisa mengerti tentang keindahan dunia itu sendiri.
Respirasi, yang aku kenal dengan system pernafasan. Di sini aku belajar tentang nasi, pharynx, larynx, trachea, broncus dan derivate-derivatnya, serta pulmo. Nasi (hidung), hal yang penting di sini adalah adanya concha dan meatus nasi yang membuat turbulensi udara agar udara yang masuk ke bagian selanjutnya agak lebih bersih. Di nasi juga ada mukosa yang membuat kotoran agar nempel. Selain itu, terdapat larynx, tempat ajaib yang menimbulkan alunan indah suara kita. Aku takjub melihat benda ini. Plica vocalis, benda imut tapi ajaib. Begitu hebatnya Sang Pencipta, yang menciptakan 2 lipatan kecil yang harusnya digunakan untuk selalu menyebut asma-Nya.
Fisiologi menempati tempat kedua masa itu. Aku memiliki kenangan unik tentangnya. Mbah Guyton, buku tebal berwarna merah dan isinya penuh tulisan kecil-kecil. Buku ini aku sebut buku Dewa, sebab dengan hanya mendalami buku ini setiap bloknya, kamu akan resmi dinobatkan sebagai dewa. Sayangnya, entah kenapa stiap kali melihat buku sacral ini, aku pun mulai merinding g jelas…hahahai
Blok 1 bulan ini sarat makna. Apalagi dalam perubahan kepribadianku. Saat ini ku sadari, kehidupan masa laluku begitu penuh kesombongan, begitu penuh kebencian. Entahlah, aku sadar sekarang, langkahku masih jauh, dan takkan ada akhirnya. Aku sekelompok dengan teman-teman yang unik dan cerdas, salah satunya bahkan peraih nilai tertinggi SNMPTN. Syukurlah saat itu aku belum menyadarinya…
Blok ini berakhir dengan kejutan besar, pengumuman kelulusan ujian blok. Hanya 12 orang dari 89 orang yang lulus, dan termasuk aku. Aku bahagia, senang, gembira dan ria (ap maksudna selebai ini). Tapi, kehidupan sosialku berubah sejak saat itu.
NB:
Aku masuk kelompok 6 dengan anggota Krisna Augustian, Ginta Aldamar, Chandra Isrami, Aditya Norrahman, Ramza Shiddiq Asyary,Rizkya Maulida, Desita Permatasari, Maria Fransisca Allemina Tarigan, Aprilia Dwi Lestari, Annisa Aviciena, Aku sendiri, dan Fitri handayani (pindah setelah diterima di STIS)
Blok 2 Kardiovaskuler (kardio pas KulEr!)
Fiuhhhh, blok ini bkin stress. Betapa tidak, semua orang terasa mengambil siaga satu terhadapku. Seakan-akan aku tsunami yang akan menyapu habis mereka. Kelompokku lumayan rame, kecuali 1 orang, Dewa Rino. Riky Novriansyah Wibowo, lebih dikenal dengan Walking Guyton adaah jelmaan dari Mbah Guyton masa kini. Pintar dan lumayan… kalo menurutku. Tapi nasibku sangat jelek blok ini, karena sepanjang tutorial, aku selalu dibantai sehingga jatuh ke jurang yang terdalam. Mulai blok inilah aku menyadari betapa pentingnya tutorial.
Tutorial, atau yang biasa kita sebut diskusi panas dan beraroma pembunuhan. Disaat pertama masuk blok ini, aku memang belum kenal teman-teman semua, tapi sepertinya mereka mengenaliku karena tagedi ujian blok 1. Tatapan mata dewa itu,, tak pernah kulupakan sampai hari ini. Aku sangat takut menyadari bahwa kehidupan tutorial bulan ini akan berakhri tragis.
Satu-satunya penyelamat blok itu adalah embriologi. My lovers Langman, buku merah,imut (walau setebal Harry Potter), dan sangat friendly untukku. Aku mulai jatuh hati padanya sejak blok ini. Aku menyadari, bahwa aku tidak mungkin menjelaskan Guyton terbata-bata, sehingga ku piker tak ada salahnya ku coba Langman. Dan, sejak itulah aku dijuluki Walking Langman. Tapi satu yang tidak pernah ada yang tahu. Aku menyukai Langman karena dewa itu. Terima kasih rino, kau telah membantuku menemukan cinta sejatiku.
Makna blok ini adalah Cor, jantung. Aku menemukan asdos yang hebat, Adellia Anggraini Utama. Penjelasannya rinci, seakan-akan dialah pencipta sobotta. Hari itu, aku diajarkan berbagai macam istilah anatomi yang sangat menarik. Yang paling ku ingat adalah valve tricuspid dan valve mitralis. Begitu kecil dan tipis katup itu, begitu terlihat sederhana, tapi sangat sarat manfaat.
Di blok ini, aku memulainya dengan penuh kecurigaan, takut dan sangat rendah diri. Namun ku mengakhirinya dengan percaya diri. Minggu itu adalah minggu penuh ujian skill lab. Pemeriksaan tanda vital dengan dr.Edison, sangat memukau. Aku sangat takut saat itu, karena beliau terkenal perfect sehingga aku yang selalu merasa gugup ini menjadi ciut. Tapi hari itu berakhir dengan baik, karena hanya akulah satu-satunya yang berhasil sempurna di mata beliau.
Ujian skill lab dilanjutkan dengan pemeriksaan jantung dasar bersama dr. alfi. Hari itu aku berhasil menyamakan angka dengan dewa rino dan mendapatkan angka seratus. Sungguh sangat melegakan. Walaupun dengan susah payah aku mengejar dirinya saat tutorial, akhirnya aku bisa menyamakan langkah dengannya. Thanks God.
Blok ini berakhir dengan ujian blok kardio. Ujian ini, aku sangat unconfident, karena begitu banyak hal yang belum ku pelajari untuk ini. Dan akhirnya, dengan penuh kepasrahan, ku serahkan semuanya pada Allah. Benar-benar tanpa persiapan. Dan syukurlah aku lulus walau dengan gemilang. Alhamdulillah…
NB.
Aku menempati kelompok 2 dengan anggota Muhammad fariz, Ara Bhakti Budiman, M. Aulia Rahman, Ginta Aldamar, Riky Novriansyah W., Devita Sekar Nastiti, Olivia Valentine, Laili Agustina, Maria Fransisca A,Niar Sari A. Putri dan aku sendiri.
Blok Musculoskeletal (blok penuh makna dan kebanggan)
Blok 3, aku mulai dengan harapan bahwa aku bisa lebih baik dari saat ini. Blok ini dimulai dengan beberapa kekecewaan atas nilai blok kardio yang membuatku terpaksa bangun dari kenyamanan tidurku. Mmm, musculoskeletal, blok yang mengajariku betapa banyak hal yang membuat kita bisa berjalan hingga saat ini. Bagaiman kita bisa bergerak, berjalan, bahkan hanya sekedar menggaruk kepala, semua itu membutuhkan koordinasi dari otot tubuh yang sangat rumit. Belum lagi, mempelajari bagaimana keinginan yang ditimbulkan di otak berupa impuls disalurkan ke otot dan menghasilkan sebuah gerakan. Hal ini sangat mengagumkan.
Anatomi yang sangat mengesankan. Melalui guru terbaikku sang cadaver serta bimbingan kak Imam Syahuri Gultom, aku mempelajari musculus yang sangat banyak. Di bagian extremitas superior saja, aku telah menemukan banyak otot. Untuk menggerakkan 1 ibu jari saja, ada banyak otot yang harus bekerjasama. Betul-betul ciptaan Allah yang tiada duanya. Di ekstremitas inferior, aku menemukan musculus soleus yang begitu sempurna didesain agar kita bisa berdiri dengan sempurna dan dapat bertahan cukup lama. Subhanallah, begitu kompleks, hingga banyak temanku yang harus lebih gila belajar agar dapat lolos dari ujian yang penuh ‘ujian’ ini.
Di blok ini, aku mulai mencintai sobotta. Entah kenapa, buku itu mulai memikatku setelah 2 bulan tak pernah ku perhatikan. Namun, Sobotta hanyalah sebagai teman, bukan kekasih seperti Langman. Hehe,, ternyata cintaku cinta yang sejati! :D
Dalam kelompok, aku sangat bahagia. Kelompok ini sangat solid, sebab dalam tutorial dan skill lab, kami selalu melaluinya dengan santai dan tanpa tekanan. Tidak seperti blok lalu, yang lumayan mengerikan. Tidak ada beban mental selama ada di blok ini. Dalam tutorial, yang dibahas tidak melenceng dari blue print soal dan semuanya tidak menghaapkan nilai terlalu muluk.
Disini pula, aku masuk rumah sakit. Hal ini mungkin disebabkan kelelahan karena perjalanan jauh dan jadilah aku sakit pada saat ujian anamnesis. Syukurlah, ujian blok dimajukan sebelum liburan, sehingga aku tidak ketinggalan. Blok ini, aku menemukan kesetiakawan teman-teman di kos, maupun teman-teman seangkatan. Mereka sangat prhatian dan berusaha meringankan bebanku. Sungguh sangat mengharukan.
Daaan,, untuk ujian blok, aku mendapat nilai tertinggi bersama Syella. Sangat membanggakan, mengingat aku sangat tidak fit saat itu. Syukurlah, aku bisa menjadi seperti yang aku harapkan di blok ini.
NB.
Kelompok 2 lagi,, dengan anggota Muhammad Fariz, Aditya Azhari, Redha Ramadhana Habiby, Hari Subagyo, Fajar Gemilang R, Fatimah Rizky F, Nadya, Afrilya Christy, Khairunnisa, Nur Aida Fitria, dan Aku sendiri.
Blok 4 Digestif (Last Blok, Last Fight)
Akhirnya, aku memasuki blok terakhir untuk semester ini. Begitu menggelikan, setelah sembuh dan keluar dari rumah sakit, aku malah menjadi begitu bersemangat dengan apa yang akan terjadi. Aku menjadi ingin berjuang sekali lagi, untuk ayah, ibu, serta diriku sendiri. Blok terakhir ini, aku bertekad untuk memberikan nilai maksimal dengan usaha yang maksimal pula.
Blok ini unik, karena di blok inilah aku pertama kali bertemu Farmakologi. Begitu aneh, karena obat adalah benda yang paling aku takuti, dan paling aku jauhi. Tapi sekarang, aku malah harus mempelajarinya. Akhirnya aku mendapatkan pembenaran dari semua yang aku perjuangkan selama ini, bahwa obat adalah racun, dan jangan meminumnya kecuali kamu sangat-sangat membutuhkannya.
Aku mulai belajar farmakokinetika, mulai dari absorpsi obat, distribusi, metabolism hingga ekskresi obat. Hal ini yang sangat menentukan apakah obat itu diminum secara oral, disuntikkan, atau diinjeksikan lewat intravena. Juga apakah obat itu diserap di saluran pencernaan, apakah mengalami metabolisme di hepar, atau bahkan langsung bekerja di jaringan target. Apakah obat itu lama beredar di tubuh, sangat lama, atau singkat dan keluar lewat urin, feses, atau keringat. Hal itu kami pelajari bulan ini.
Mmm,, yang lainnya, semuanya sama saja. Tapi begitu berarti, sebab aku begitu menikmatinya. Dalam tutorial, aku sangat terhibur sekaligus tertantang, sebab bulan ini aku bertemu orang-orang yang asyik dan sangat kompetitif. Untuk skill lab, lumayanlah..
Ujian blok,, begitu menggila. Kemungkinan karena kami juga harus menghadapi ujian final KWN dan agama, sehingga blok ini menjadi cukup padat. Walaupun begitu, aku sangat bersemangat, karena sebentar lagi aku akan liburan.
Akhirnya, nilai blok keluar. Aku harus puas dengan nilai blok 1 dan 2 B+, 3 dan 4 A, serta KWN B+ dan Agama A, sehingga IPku menjadi 3, 75. Walaupun tidak sesuai harapanku, yaitu 4, tapi sangatlah membanggakan.

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar